10 Januari 2011

Senandung Debar

~

senyap telah menggariskan malam

mendung dipayungi relung

mengalir debar di dadaku laiknya kidung

ah, kosong ini telah kembali bersenandung

tak lagi murung..




(7 January 2010)

Ide

~

membolak balik kata

bergetar di ujung pena

menajamkan rasa

membuang segala yang ada

memilahnya..

di selembar putih tiada noda

menggores untaian kalimat indah

lalu

kita beri dupa..

..




(07 January 2010)

99 kunci

~

siang terbasuh peluh

di depan altar hijau aku bersimpuh

mengurai misteri yang lama tertidur suri


seketika dada terasa sesak,

terdengar desah suara lembah

terbuang adab adab sampah

menikam sejuta serapah


wahai, bathin nan resah..

hempaskan segala gelisah

buang semua gundah

pada 99 nama nama nan indah..




(6 January 2010)

Pembuka

~

Suara laut menderu

Mencabik cagak kokoh batas samudera

menyingkap pijar dari ujung pena

Serasa hampa, namun

cahaya mendesak bersinar jua


Pada tiap badai aku terbang

bergelombang di atas buana siap memancang


Ketika langit pada lautan bergemuruh

menghajar karang tuk melempar sauh


di ujung tombak aku mengukir gelap

Bersiap menembak pekatnya senyap

mengembalikan lagi cadar jiwa

Mekar tumbuh kembali tangguh


Satu satu salju bercerai menurun

Membasahi gersang kebun kebun zaitun

Wangi..

Seperi semerbak melati di dalam nurani


Oh, hati dan jiwa

Seperti gundukan bunga kutemukan di sana

Penuh warna indah untuk tetap merangkainya

Dibutuhkan energi kuat

Tuk tetap memupuknya..

Dialah sabar dan rasa bahagia..




(4 January 2010)