02 September 2010

Pada Putih Dirimu, Rebahlah...!

Wahai Jiwa

yang memikul bermilyar beban

Uluk salam aku sampaikan merintih tertatih

menuai segala derita pasi


tergugup angin hembus nafas

aku berjalan menoleh tiada henti

bergelayut sejuta makian dari diri


seharusnya,

putihkan saja gelapmu

terbanglah !

jangan merayap..

rebahkan... jangan gelisah


biarkan fikiran berkelana

menyampaikan suluk tanpa abu abu warna


usapkan jiwa,

pada belai sinar dari dirimu...

Kata, Kilau Usia

berdenyut terkenyut kata

keluar tidak merata

patah kala dimakan rayap rayap senja

mencipta api membuah mimpi

seketika datang menghujam nalar

di latar kelabu surya memudar

tinggalkan manikam

tertelan di telan kalam

lanjuti hidup,

jangan terpuruk

menumpuk lapuk seusia kilau

Laut, Aku Padamu

perahu kecil mulai gelisah

di telan ombak seketika resah


bersiap menjumpai rembulan

nan galau

mulai memutari hening


mendendangkan kidung kidung kesunyian

tuk menjemput malam


terasa damai..

sepi

dan dia,

Aku.....

Aku selipkan Doa Untuk Kita

lumut lumut di pinggir pantai itu telah kikis sayang....

kucari sisa sisanya

menyelam bersama debur ombak

bersama remang bergulung semak


aku mencarimu

ketika gerimis waktu

menghantam dupa yang kita tebar bersama



tak berbeda

ketika remah tegar menghantam badai



kita akan terus menua

membayar bulir cinta

ketika tiba pada waktu basah



aku mengasihimu...



di ujung dupa,

aku selipkan doa